Showing posts with label Khalwat. Show all posts

Pacaran Ditanggul Irigasi, Duda dan Janda di Tangkap Warga

Lhoksukon – Disaat orang-orang lagi sibuk tadarrus di meunasah, ada saja tingkah sepasangan nonmuhrim ini. ABD (36) warga Buloh KM 8 Lhoksukon didapatkan warga sedang naik ke bulan bersama seorang wanita berinisial ZR (26) warga Gampong Reudeup Lhoksukon.

Informasi yang diperoleh The Globe Journal dilapangan, keduanya dipergoki warga yang diduga sedang bermesra di atas sepeda motor dalam keadaan sepi dan gelap di tanggul irigasi Gampong Nga Lhoksukon, Jum'at (19/07/2013). Pasangan nonmuhrim tersebut dibekuk warga sekitar pukul 23:30 WIB.

Warga pun saling melaporkan perbuatan tersebut ke sesama warga lainnya. Hingga akhirnya datanglah puluhan warga setempat membekuk ABD dan ZR. Tak sampai disitu, keduanya pun langsung digelandang oleh warga ke Meunasah setempat dan sempat dimandikan.

“Keduanya dibekuk warga dan langsung dimandikan serta digelandang ke meunasah setempat. Mereka diduga berbuat meusum saat sedang berduan ditempat sepi. Warga marah dengan kelakuan mereka yang berbuat meusum, apalagi di malam bulan Ramadhan ini,”kata Komandan Wilayatu Hisbah (WH) Wilayah Lhoksukon, M. Jamil, Sabtu (20/07/2013).

Sementara berdasarkan pengakuan keduanya kepada warga dan WH, pasangan nonmuhrim tersebut sama sekali tidak melakukan apapun yang melanggar Syariat Islam. “Menurut pengakuan ABD, ia hendak mengantarkan ZR ke rumahnya. Pun ABD baru saja kenalan dengan ZR sejak ZR dicerai muda oleh suaminya sebulan yang lalu,” jelas M. Jamil.

Tak hanya itu, informasi lain yang diperoleh dari berbagai sumber, bahwa ABD adalah pria duda yang sudah dua kali menikah dan berprofesi sebagai tukang ojek. Sementara ZR adalah janda empat anak yang baru satu bulan dicerai oleh suaminya.

”ABD itu bekerja sebagai tukang ojek. Ia pun sudah duda. Sedangkan ZR merupakan janda empat anak yang baru saja dicerai oleh suaminya,” sebut sumber.

Untuk menutupi rasa malu nama baik Gampong, keduanya pun wajib membayar denda untuk Gampong, yaitu dengan cara tradisi peusijuek. Bahkan, keduanya pun sudah tidak di nikahkan, dan sudah diserahkan kepada keluarganya masing-masing.[006]

---

Sumber : The Globe Journal

Pasangan Mesum Dihamok Massa

BANDA ACEH - Fer (26) pria asal Medan dan kekasihnya Fit (22) yang mengontrak di Gampong Garot, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Rabu (17/7) malam, digerebek warga. Pasalnya Fit yang bekerja di sebuah laundry (usaha jasa cuci dan setrika) itu dipergoki memasok Fer ke dalam kontrakannya. Walhasil, warga emosi dan menghamok (menghajar-red) Fer hingga babak belur.

Informasi diperoleh Prohaba, aksi amuk massa tersebut terjadi sekira pukul 23.00 WIB, sesaat warga menggerebek kost tersebut dan mendapati Fer dan Fit yang notabene nonmuhrim berduaan di sana.

Menurut warga, Fer telah sering terpantau berada di sekitar kontrakan Fit. Namun, hal itu tidak langsung menimbulkan kecurigaan bagi mereka. Tapi, kondisi itu berbeda dengan kedatangan Fer, pada malam itu, sekira pukul 22.30 WIB.

Laki-laki tersebut terlihat langsung masuk ke dalam kontrakan yang dihuni oleh Fit. Karena warga mengetahui Fer tak kunjung keluar dari kontrakan tersebut, akhirnya massa pun sepakat menggerebeknya. Pada saat penggerebekan itu Fer dan Fit ditemukan berada di dalam satu kamar dan keduanya telah mengenakan pakaian lengkap. Namun, saat ditanyai warga, keduanya mengaku telah sempat ambil ‘trep lari’.

Kenyataan itulah yang sulit diterima warga, karena menggangap pasangan haram itu telah menodai desa mereka.

Hal itu pula yang menimbulkan kemarahan warga, sehingga spontan Fer dihadiahi katupat bangkahulu. Amuk warga ke arah tubuh berpostur kurus panjang itu pun akhirnya berhasil diredam oleh warga lain yang ikut melakukan penggerebekan. Pasangan haram itu lalu digelandang menuju ke mushala desa dan di sana
keduanya langsung dimandikan.

Kabar penggerebekan serta telah terjadi pengadilan ala jalanan’ yang dilakukan massa terhadap pasangan mesum itu pun diketahui aparat Polsek Darul Imarah, Aceh Besar, yang langsung bergegas menuju ke lokasi. “Keduanya telah kita amankan di Mapolsek untuk mencegah kemarahan massa yang lebih luas. Keduanya juga
mengatakan kalau mereka pasangan kekasih dan kurang lebih dua bulan telah menjalin hubungan,” kata Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Moffan MK SH, melalui Kapolsek Darul Imarah, Iptu Machfud SH, kepada Prohaba, Kamis (18/7).

Machfud menambahkan bahwa Kamis (18/7) sekira pukul 10.00 WIB keduanya telah diserahkan kepada Petugas Wilayatul Hisbah (WH) Aceh untuk ditindak lebih lanjut.(mir)

SUMBER: PROHABA

Khalwat: Jalan Syetan Menuju Zina

Seburuk-buruk orang Islam pasti mengetahui haramnya zina. Dalam Al-Qur'an, zina juga diharamkan dengan bentuk yang cukup jelas. Bahkan, bukan hanya zinanya saja yang diharamkan, sebab-sebab dan sarana yang menghantarkannya juga dilarang. Firman Allah Ta'ala:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (QS. al-Isra': 32).

Di antara jalan zina yang berusaha ditutup oleh Islam adalah Khalwat. Yaitu menyendirinya seorang laki-laki dengan wanita yang bukan istri dan mahramnya di tempat sepi yang tidak dilihat orang banyak. Dan pacaran banyak dijalani anak muda sekarang bisa masuk di dalamnya.
Di antara jalan zina yang berusaha ditutup oleh Islam adalah Khalwat. . . menyendirinya seorang laki-laki dengan wanita yang bukan istri dan mahramnya di tempat sepi yang tidak dilihat orang banyak.
Para ulama telah sepakat akan haramnya khalwat semacam ini, baik disertai nafsu syahwat ataupun tidak. Mereka mengatakan, "seorang laki-laki tidak boleh berkhalwat dengan wanita yang bukan mahram dan bukan istrinya, yaitu wanita ajnabiyab. Karena syetan akan menggoda keduanya ketika berkhalwat untuk melakukan sesuatu yang haram."
Khalwat juga diharamkan walaupun dalam shalat berjama'ah, "jika seorang laki mengimami wanita ajnabiyyah sendirian, hal ini haram bagi keduanya." (al-Mausuah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyyah).
Hikmah diharamkan khalwat, karena khalwat merupakan salah satu sarana yang mengantarkan kepada perbuatan zina, sebagaimana mengumbar pandangan haram merupakan awal langkah yang akhirnya mengantarkan pada perbuatan zina.

Khalwat bagian talbis Iblis

Khalwat adalah jalan syetan untuk menggoda manusia dan menjerumuskannya ke dalam perzinahan. Syariat Islam telah menutup jalan ini dan menghalanginya sehingga diharapkan orang Islam aman darinya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

لَا يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ ثَالِثُهُمَا

"Janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan seorang wanita karena sesungguhnya syaitan menjadi orang ketiga di antara mereka berdua.” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah no. 430)

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يَخْلُوَنَّ بِامْرَأَةٍ لَيْسَ مَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ مِنْهَا فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ

"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah ia berkhalwat dengan seorang wanita tanpa ada mahrom wanita tersebut, karena syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.” (HR. Ahmad dari hadits Jabir. Dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwaul Gholil no. 1813)
Dari Ibnu Abbas, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلَّا مَعَ ذِي مَحْرَمٍ فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ امْرَأَتِي خَرَجَتْ حَاجَّةً وَاكْتُتِبْتُ فِي غَزْوَةِ كَذَا وَكَذَا قَالَ ارْجِعْ فَحُجَّ مَعَ امْرَأَتِكَ

"Janganlah seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang wanita kacuali jika bersama dengan mahrom sang wanita tersebut.’ Lalu berdirilah seseorang dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, istriku keluar untuk berhaji, dan aku telah mendaftarkan diriku untuk berjihad pada perang ini dan itu,’ maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Kembalilah!, dan berhajilah bersama istrimu'.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Maksud syetan menjadi yang ketiga adalah syetan membisikkan kepada keduanya untuk melakukan kemaksiatan dan membangkitkan gejolak syahwat mereka serta menghilangkan rasa malu dan sungkan dari keduanya. Syetan menambah jeratnya dengan menghiasi kemaksiatan yang mereka lakukan sehingga terlihat indah oleh mereka. Puncaknya Syetan menyatukan mereka dalam kehinaan berupa zina atau sekurang-kurangnya melakukan perkara yang menghantarkan kepadanya. (Disarikan dari perkataan Imam al Munawi dalam Faidhul Qadir 3/78).
Khalwat adalah jalan syetan untuk menggoda manusia dan menjerumuskannya ke dalam perzinahan.
Syariat Islam telah menutup jalan ini dan menghalanginya sehingga diharapkan orang Islam aman darinya.

Ibnu Jauzi dalam Talbis Iblis-nya, juga menyebutkan bahwa khalwat merupakan bagian dari talbis (tipu daya) Iblis terhadap manusia. Kemudian beliau menyebutkan beberapa perkataan para ulama salaf:
Dari Sa'id bin Musayyib rahimahullah berkata, "tidaklah Allah mengutus seorang nabi, melainkan dia tidak aman dari gangguan Iblis yang merusaknya melalui perantara wanita."

Dari Fudhail bin 'Iyadh rahimahullah, dia berkata, "sebagian Syaikh kami memberitahukan bahwa Iblis yang dilaknat Allah mendatangi Musa saat sedang bermunajat kepada Allah. Seorang Malaikat berkata kepada Iblis, "celaka kamu apa yang kamu harapkan dari Musa selagi dia sedang bermunajat kepada Rabb-nya?"
Iblis menjawab, "aku mengharapkan darinya sebagimana yang kuharapkan dari bapaknya, Adam, saat dia berada di Surga."

Dari Abdurrahman bin Ziyad rahimahullah, dia berkata, "tatkala Musa sedang duduk di majlisnya, tiba-tiba muncul Iblis dengan mengenakan mahkota yang dicat warna-warni. Ketika sudah dekat, Iblis melepas mahkotanya dan meletakkannya. Dia mendekat ke arah Musa dan berkata, 

"Assalam 'alaikum wahai Musa?"

"Siapa engkau ini?" tanya Musa.

"Aku Iblis," jawabnya.

"Kalau begitu Allah tidak mau menerima kedatanganmu. Apa maksud kedatanganmu?"
"Aku datang untuk menyerah padamu mengingat kedudukanmu di sisi Allah dan kehormatanmu di mata-Nya." Jawab Iblis.

"Apa yang engkau lihat pada dirimu?" tanya Musa.

"Aku akan menyambar hati anak keturunan Adam," Jawab Iblis.

"Apa yang dilakukan manusia ketika engkau mengalahkannya?" tanya Musa.

"Saat dia merasa ta'ajub dengan dirinya dirinya, menganggap amalnya banyak dan lupa dosa-dosanya. Kuperingatkan kepadamu tentang tiga perkara: pertama, janganlah sekali-kali engkau berkhalwat dengan wanita yang tidak halal bagimu, karena selagi seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang wanita yang tidak halal baginya hingga aku menjadi satu-satu rekan baginya sehingga aku membujuknya untuk berhubungan dengan wanita tersebut. 

Kedua, janganlah engkau berjanji kepada Allah kecuali engkau harus memenuhi janji itu. Sebab setiap kali seseorang berjanji kepada Allah, maka aku akan menjadi penghalang antara dia dengan janjinya. Ketiga, sekali-kali janganlah berniat mengeluarkan shadaqah melainkan engkau harus langsung mengeluarkannya. Sebab setiap kali seseorang berniat mengeluarkan shadaqah dan dia tidak segera mengeluarkannya, maka aku menjadi rekan satu-satunya sehingga aku menjadi penghalang antara dirinya dan kehendak untuk bershadaqah."
 . . Janganlah sekali-kali engkau berkhalwat dengan wanita yang tidak halal bagimu, . . . sehingga aku membujuknya untuk berhubungan dengan wanita tersebut. (kata Iblis)
Setelah itu Iblis berbalik sambil berkata tiga kali, "benar-benar celaka!" karena dengan itu Musa dan anak keturunan Adam tahu apa yang harus diwaspadai.

Hasan bin Shalih rahimahullah berkata, "aku pernah mendengar Syetan berkata kepada wanita, "engkau adalah setengah dari pasukanku, engkau adalah anak panah yang kuluncurkan dan aku tidak pernah salah sasaran. Engkau adalah penyimpan rahasiaku dan engkau adalah utusanku jika aku membutuhkannya."

Dari Abu Musa radliyallah 'anhu berkata, "jika Iblis menyebarkan para prajuritnya ke bumi, maka dia berkata, "siapa yang bisa menyesatkan orang muslim, maka di kepalanya akan disematkan mahkota?"

Di antara prajuritnya itu ada yang melapor hasil kerjanya, "aku bisa mengganggu fulan sehingga dia menceraikan istrinya."

Dijawab, "toh dia bisa menikah lagi."

Melaporlah yang lain, "aku bisa mengganggu fulan sehingga dia durhaka."
Dijawab, "toh dia bisa berbuat kebajikan lagi."

Syetan yang lainnya melapor, "aku bisa mengganggu fulan sehingga dia berzina."
Dijawab, "bagus."

Syetan yang selanjutnya melapor, "aku bisa mengganggu fulan sehingga dia meminum khamr."
Dijawab, "bagus."

Syetan yang lain melapor, "aku dapat menggoda fulan sehingga dia membunuh."
Dijawab, "bagus".

[Oleh: Badrul Tamam/voa-islam.com]

Berkumpul hingga dinihari, oknum mahasiswa digerebek massa

Massa mengamankan dua oknum mahasiswa ini dan sembilan temannya. Tak lama, sembilan pemuda dan dua pemudi tersebut diboyong ke Kantor Wilayatul Hisbah Bireuen.

MASSA menggerebek mahasiswa yang berkumpul hingga dinihari di sebuah rumah kawasan Kecamatan Kota Juang, Bireuen, Sabtu, 29 Juni 2013 sekitar pukul 01.30 WIB.

Informasi yang diperoleh, saat itu pemilik rumah sedang bepergian ke luar daerah. Rumah dititipkan kepada saudaranya yang merupakan mahasiswi sebuah universitas swasta di Bireuen. Kemudian datang pacarnya bersama teman ke rumah itu.

Warga sekitar yang curiga dengan para anak muda ini melakukan pengintaian. Hingga akhirnya diambil kesimpulan untuk didatangi. Saat sejumlah warga datang, para mahasiswa tidak berkutik.

Ketika diperiksa ke dalam rumah, ditemukan sepasang muda-mudi di sebuah kamar. Massa mengamankan dua oknum mahasiswa ini dan sembilan temannya. Tak lama sembilan pemuda dan dua pemudi diboyong ke Kantor Wilayatul Hisbah Bireuen.

Kepala Satpol PP dan WH Bireuen melalui Koordinator WH, Usman Kelana mengatakan, hasil pemeriksaan hanya dua orang yang terbukti melakukan pelanggaran Qanun Syariat Islam yaitu RA, 19 tahun, warga Kecamatan Kota Juang dan Zuh, 20 tahun, warga Kecamatan Kutablang, Bireuen.

“Keduanya terbukti berada di dalam sebuah kamar saat digerebek warga, memang mereka belum melakukan hubungan terlarang, tetapi sudah memenuhi unsur khalwat sehingga harus diproses lebih lanjut dengan memanggil keluarganya dan perangkat desa untuk dicari penyelesaian,” katanya.

Usman mengatakan delapan pemuda dan seorang pemudi lainnya setelah dimintai keterangan Minggu harini tidak ditemukan unsur melakukan pelanggaran qanun sehingga dibolehkan pulang.

Sumber:"Atjehpost"

Waduh Siswa SMP Ini Jadi Budak Seks Janda

Batubara - Siswa salah satu SMP di Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara, Sumut, berinisal MZ (15), dijadikan budak seks oleh JM (46), janda enam anak, warga Kampung Pesisir Kecamatan Talawi. 

Hend orangtua ZM yang mengetahui peristiwa itu, tidak terima anaknya diajak berhubungan intim oleh JM, langsung melapor ke Polres Asahan, Rabu (26/6).

Kepada wartawan, nelayan pukat ikan teri ini menceritakan, terbongkarnya peristiwa menimpa anak laki-lakinya itu, berawal ketika pihak sekolah tempat MZ menimba ilmu, curiga dengan perkembangan mental MZ yang diketahui beberapa bulan terakhir dekat dengan JM.

“Pihak sekolah, memberitahu soal perubahan sikap anakku. Aku terkejut mendengar informasi itu,” kata Hend mengawali pembicaraan ketika berada di Mapolres Asahan.

Dilanjutkannya, setelah mendapat laporan dari pihak sekolah, dia berinisiatif menginterogasi anaknya perlahan-lahan. Dan betapa terkejutnya Hend, ternyata anaknya sudah tiga kali berhubungan intim layaknya suami istri dengan JM.

“Aku terpukul, saat anakku mengaku memang benar dekat dengan JM dan sudah tiga kali berhubungan intim.

Padahal. Anak seumur MZ, tidak layak melakukan demikian apalagi belum sah sebagai pasangan suami istri,” sebut Hend. 

Diutarakan Hend, setelah mendengar pengakuan anaknya, dia mengajak keluarga bermusyawarah, dan disepakati untuk menemui JM, meminta keterangan dari JM, dan meminta agar menjahui MZ karena masih bersekolah. 

Saat ditemui, JM sendiri mengaku benar dekat dengan MZ dan menganggap MZ seperti anaknya sendiri.

Dan ketika diminta agar JM menjauhi MZ, JM berjanji tidak mengulangi perbuatannya. ”Kami khawatir, karena pihak sekolah mengancam akan mengeluarkan anakku dari sekolah bila kejadian serupa terulang,” ujar Hend. 

Diungkapkannya, beberapa hari pasca kesepakatan antara pihak keluarga dengan JM, ternyata, kejadian itu terulang kembali,  dan pihak sekolah akhirnya mengeluarkan MZ dari sekolah dengan alasan agar istirahat sementara di rumah. 

“Saya baru pulang dari laut, di rumah saya melihat peralatan serta seragam sekolah MZ menumpuk di kamar. Saya tanya istriku, terus dibilang anak mereka dipulangkan pihak sekolah karena masih berhubungan dengan JM,” kesalnya. 

Mendengar keterangan istrinya, Hend mengaku emosi dan berniat menemui JM.

Tetapi atas saran keluarga, dia akhirnya memilih membawa persoalan itu ke pihak kepolisian.

“Emosiku hampir tidak tertahan, beruntung pihak keluarga dapat mengendalikan dan menyarankan agar melapor ke polisi. Sebab, perbuatan JM sudah di luar batas merayu anak-anak untuk melakukan hubungan intim,” tuturnya.

Kapolres Asahan AKBP Budi Suherman dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Fahrizal didampingi Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Aiptu Erika Tumanggor, membenarkan pihaknya ada menerima laporan terkait perbuatan cabul dilakukan janda enam anak terhadap pelajar SMP yang masih anak di bawah umur.

“Laporan sudah diterima, dan saat ini korban sedang menjalani pemeriksaan,” kata Erika sembari menambahkan kasus itu terbilang unik, karena korbannya anak laki-laki yang masih belia.



Sumber:"Acehtraffic"

Oknum Satpol PP Aceh Timur, Digrebek Dirumah Istri TNI Ditinggal Dinas

Langsa - Oknum Satpol Kabupaten Aceh Timur  berinisial SW (55)  digrebek warga desa Simpang Lhee Kota Langsa, karena kedapatan tidur dirumah NN perempuan berstatus Istri  seorang anggota TNI yang ditinggal tugas. Minggu 23 Juni 2013. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya keduanya digelandang warga Ke Kantor Wilayatul Hisbah (WH) Langsa.

Oknum satpol PP Aceh Timur inial  SW (55)  itu dihadapan kepala dinas syariat islam mengaku mengenali perempuan NN, karena ia sering menikmati kopi diwarung depan kantor Satpol PP Aceh Timur. Sebelum digrebek oleh warga, harinya ia bersama NN berkunjung ke pesta saudara NN di sebuah desa di kecamatan Pereulak.  Kepergian bersama itu baru kembali pukul 22.30 Wib malam.

Beralasan lelah perjalanan, dau sejoli yang sudah lama berkenalan tersebut iapun meminta untuk beristirahat dikedai NN. Namun entah apa yang terjadi dalam “Istirahat itu”. Pastinya warga desa Simpang Lhee menggrebek kedua pukul 2.30 wib dini, Minggu 23 Juni 2013 , SW sedang tidur di kamar atas rumah NN.

Sementara itu Drs.Ibrahim Lafif MM kepala kantor Dinas Syariat Islam Kota Langsa, kepada wartawan di membenarkan ada menerima pelaku SW dan NN yang di serahkan warga Gampoeng Simpang lhe, yang Diduga melakukan mesum.

" SW bertugas di Satpol PP Aceh Timur asal desa Pondok Pabrik kecamatan Langsa Baro, sedangkan NN berdasarkan pengakuannya istri TNI, saat ini suami nya sedang bertugas di Papua,” Ujar Ibarhim Latif

Kita tunggu bagaimana proses selanjutnya?.



Sumber:"Acehtraffic"

Diduga khalwat, pekerja minimarket di Bireuen diharuskan menikah

“Selama sebulan ini mereka berdua tidak boleh bertemu, jika ada yang tidak menepati janji untuk menikah maka dapat mengajukan pengaduan kepada WH Bireuen,” ujar Usman.

PEMUDA berinisial AP, 25 tahun, dan pacarnya, Saf, 20 tahun, keduanya pekerja minimarket, digerebek warga di lantai dua salah satu mini market di Bireuen, Senin dinihari. Hasil musyawarah pihak keluarga bersama Wilayatul Hisbah dan warga setempat, kedua terduga pelaku khalwat ini  diharuskan menikah secara resmi. Jika tidak, keduanya akan kembali dijemput WH Bireuen.

Hal itu salah satu poin kesepakatan keluarga AP dan Saf yang dibacakan Kordinator WH Bireuen Usman Kelana saat proses penyelesaian kasus khalwat yang digelar di Kantor Satpol PP dan WH Bireuen, Senin malam tadi.

“Selama sebulan ini mereka berdua tidak boleh bertemu, jika ada yang tidak menepati janji untuk menikah maka dapat mengajukan pengaduan kepada WH Bireuen,” ujar Usman yang didengarkan kedua pelaku khalwat, keluarganya, pihak manajemen minimarket dan Pelaksana Tugas Kepala Bidang Penegakan Syariat Islam, Mukhsen.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Usman, keduanya mengaku sebelumnya telah melakukan hubungan terlarang berulang kali.

Selain diharuskan menikah, sesuai hasil musyawarah para pihak dengan perangkat desa lokasi kejadian, juga dikenakan denda Rp3 juta untuk desa. Dana itu dibebankan pada AP, Saf dan pihak minimarket masing-masing Rp1 juta.

Poin lainnya hasil kesepakatan tersebut, manajemen minimarket diminta untuk melakukan pembinaan kepada pekerjanya agar menghormati adat istiadat serta mematuhi Qanun Syariat Islam. Sebab selain melanggar qanun, selama beroperasi, minimarket tidak melaporkan keberadaan pekerjanya kepada perangkat desa setempat.

AP adalah bujangan asal Medan sudah menjalin asmara dengan Saf, gadis desa pesisir Bireuen sejak Februari 2013. Kata AP, wanita pujaannya itu bekerja di cabang “I” market di Krueng Mane, Aceh Utara. Sedangkan AP dipindahkan ke "I" market Bireuen yang beroperasi dua bulan lalu. Saf sering datang dan menginap di minimarket tempat AP bekerja.

Pada Minggu malam, kata AP, Saf kembali datang ke Bireuen. Kebetulan, kata dia, hari itu dirinya ulang tahun. Saf tidak kembali ke kostnya, tetapi ikut menginap di lantai dua minimarket tersebut.

“Sekitar jam dua belas saya masih di bawah, setelah toko tutup, saya dipanggil Saf, katanya ketakutan, ada suara aneh, maka saya naik ke atas, lalu saya baring di dekat dia,” ujar AP.

Lalu seorang pekerja pria lainnya permisi beli makanan ke Langgar Square. Ruko tempat minimarket itu lalu dikunci temannya dari luar. Saat temannya kembali, sejumlah warga mendekat ke minimarket dan minta memeriksa ke lantai atas.

Kata AP ada empat warga yang naik ke atas dan mendapati dirinya bersama Saf di lantai dua. Lalu keduanya diajak warga untuk turun. AP mengatakan sempat mendapat pukulan dari warga, sebelum dijemput WH yang berkantor sekitar 1 kilometer dari minimarket.

“Saat digerebek warga tadi malam kami belum melakukan hubungan, memang sebelumnya selama empat bulan pacaran kami sudah berulang kali melakukan hubungan layaknya suami isteri, saya sudah tiga kali putus cinta, ini yang ke empat dan rencananya yang terakhir,” ujar AP.

Sementara menurut versi warga, saat beberapa warga naik ke lantai dua mendapati kedua pasangan itu dalam posisi berdekatan, yang wanitanya tidak memakai busana lengkap. Aparat desa segera menyerahkan keduanya ke WH guna menghindari hal yang tidak diinginkan. 

Sumber:"Atjehpost"