Showing posts with label Kriminal. Show all posts
Semoga kita tidak menjadi seperti keluarga ini menjadi penagih satu keluarga...
RM Mengaku Setubuhi Ibu dan Adiknya Sebanyak Lima Kali
Posted by : on :Friday, June 20, 2014
* Terpengaruh oleh Film Porno
Penyidik Unit Reskrim Polsek Percut Seituan hingga, Rabu (18/6) kemarin masih terus memeriksa RM (19), remaja yang tega menyetubuhi ibu dan adik kandungnya sendiri, SS (50) dan MS (11).
Di hadapan penyidik, remaja yang hobby menonton film porno ini mengaku, perbuatan tak senonoh itu dilakukan sejak Desember 2012 lalu. Dalam waktu dua tahun tersebut, dia mengaku sudah lima kali mencabuli ibu dan adiknya.
"Pertama kali kulakukan dengan adikku, bang. Sama adikku sudah tiga kali. Kalau sama ibuku, dua kali. Waktu kulakukan sama adikku, ibu tidak tau, bang," aku RM di ruang kerja Kapolsek Percut Seituan Kompol Ronald Sipayung, Rabu (18/6) siang.
Menurutnya, perbuatan yang tak semestinya ia lakukan terhadap ibu dan adikknya itu merupakan dampak menonton film porno bersama teman-temannya.
"Aku memang sering nonton film porno sama kawan-kawanku, bang. Ya, karena sudah 'tidak tahan' lagi, ibu dan adikku jadi tempat pelampiasan nafsuku, bang," tambah MR.
Lebih lanjut MR mengaku, perbuatan bejatnya itu dilakukan pertama kali dengan adiknya, MS (11) pada Desember 2012. Lalu yang kedua, pada April 2013 dan yang ketiga, September 2013.
Setelah puas menggagahi adik perempuannya itu, MR kemudian melampiaskan nafsu birahinya kepada ibunya, SS (50). Perbuatan pertama ia lakukan kepada ibunya, November 2013 dan yang kedua, Maret 2014.
Masih kata MR, ketika hendak melakukan hubungan layaknya suami istri dengan ibunya itu, dia mengaku tidak pernah berpikir panjang. Dia hanya meminta maaf kepada ibunya setiap kali usai melakukan.
"Ya, waktu habis kulakukan sama ibu, aku minta maaf, bang. Ya, ibuku memaafkan. Tapi kulakukan lagi untuk kedua kalinya. Kalau setiap kali hendak melakukan sama adikku, kupaksa, bang," ujar MR.
Sementara itu Kapolsek Percut Seituan mengatakan, SS, ibu RM memang sudah mengalami keterbelakangan mental sebelum menikah dengan almarhum suaminya. Makanya dia selalu menuruti saja apa kemauan anakknya untuk menyetubuhinya.
"Jadi SS ini memang sudah mengalami keterbelakangan mental sebelum menikah dengan almarhum suaminya yang meninggal seratus hari sebelumnya. Makanya SS mau saja menuruti kemauan tersangka karena keseringan melihat film porno.
Tetapi sepanjang pemeriksaan penyidik, SS ini berbicara normal dan menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi. Begitu juga dengan tersangka MR tidakada mengalami gangguan jiwa.
Untuk konstruksi pasal belum berubah. Tersangka dijerat Pasal 81 Undang Undang Tahun 2002 dengan ancaman 15 tahun penjara," kata Kapolsek Percut Seituan Kompol Ronald F Sipayung, kemarin.
Ronald menambahkan, dari hasil pemeriksaan bidan, selaput MS sudah mengalami kerusakan atau robek. Namun hal itu akan dikroscek kembali dengan ahli kandungan.
"Pengakuan MR, kemaluannya itu tidak sempat masuk ke selaput dara MS. Tapi hasil pemeriksaan bidan selaput dara MS sudah robek terkena benda tumpul. Namun untuk memastikannya lagi kami akan memeriksakan ke dokter ahli kandungan," jelas Ronald lagi.
Sementara itu Kepala Dusun (Kadus) 10 Desa Cinta Rakyat, Percut Seituan, Deli Serdang, Norman menyebutkan, dalam kesehariannya tersangka MR ini hanya bekerja sebagai kuli bangunan saja.
Tersangka ini merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Anak paling besar sudah menikah dan tidak tinggal di rumah atau lokasi kejadian.
"Tersangka hanya kerja sebagai kuli bangunan. Sekolahnya saja tidak tamat SMP. Kalau kakaknya yang paling besar sudah menikah dan kebetulan tidak tinggal di rumah atau lokasi kejadian.
Kalau masalah suaminya memang tiga bulan meninggal mendadak karena sesak nafas. Soal keterbelakangan mental memang sebelum ibu tersangka menikah dengan almarhum suaminya sudah mengalami keterbelakangan mental. Begitu pun ibunya ini tetap bersosialisasi dengan warga lainnya," tandas Nurman. (HER)
Sumber:"harianandalas.com"
Apabila Sekeluarga Menjadi Penagih Tegar
Posted by : on :Monday, July 22, 2013
Apabila Sekeluarga Menjadi Penagih Tegar ( 7 Gambar ).
Ayo kita lihat keadaan satu keluarga di China yang kesemuanya menjadi penagih Narkoba Tegar. Semoga menjadi teladan kepada sesiapun agar tidak mencuba najis paling berbahaya ini







Gara-gara Minta Rokok di Bulan Ramadhan,Leher Anak Nyaris Putus Ditebas Ayah
Posted by : on :Sunday, July 21, 2013
TAPAKTUAN-Seorang ayah tega menganiaya putra kandungnya. Tak tanggung-tanggung, leher korban ditebas hingga nyaris putus. Pemicu kejadian ini cukup sepele, akibat si anak minta rokok di saat bulan Ramadhan. Pasca peristiwa naas kemarin (Jumat 19/07), Habibi (26) dalam kondisi diambang maut.
Gara-gara insiden pembacokan tersebut, suasana nyaman di Gampong Lhok Sialang Rayeuk, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan mendadak gempar. Selanjutnya Muhammad (48) langsung digelandang polisi guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Menurut keterangan dihimpun Metro Aceh, aksi berdarah itu terjadi kemarin pagi sekira pukul 10.00 WIB. Awalnya, ayah dan anak tersebut berada kawasan kebun jagung milik mereka. Motifnya karena Habibi yang disebut-sebut pernah mengalami stress berat, serta pernah dirawat di rumah sakit jiwa, meminta rokok kepada sang ayah di siang hari.
Karena dalam suasana bulan puasa, Muhammad menolak lalu menganjurkan agar putra kandungnya minum obat saja, agar cepat sembuh dari penyakit. Sayang nasehat Muhammad tidak digubris, malah menjadi-jadi. Permintaan rokok terus dilakukan dan Habibi menguber tersangka. Karena petuahnya tak dianggap, membuat Muhammad naik pitam.Parang yang dibawa dari rumah untuk menyabet rumput, tiba-tiba lalu diayunkan ke arah kepala hingga mengenai leher korban. Akibat serangan mendadak tersebut, bagian tengkuk belakang korban pun muncrat darah segar. Dalam keadaan sempoyongan sembari menutupi luka parah dengan telapak tangan, korban lari menuju perkampungan untuk mendapat pertolongan warga.
Mendapati Habibi dalam keadaan kritis, dengan luka leher hampir putus, masyarakat melarikan korban ke Puskesmas Pasie Raja. Karena keterbatasan fasilitas dan kondisi korban sekarat, akhirnya pihak Puskesmas merujuk ke rumah sakit umum dr. Yuliddin Away Tapaktuan. Kapolsek Pasei Raja, Iptu. Mustafa yang dikonfirmasi media ini, membenarkan peristiwa berdarah itu. Pihaknya berhasil mengamankan tersangka beserta barang bukti sebilah parang. Pasca kejadian, kami telah mengamankan tersangka, Muhammad yang tidak lain adalah ayah kandung korban Habibi.
Saat ini tersangka diamankan di Mapolres Aceh Selatan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang membacok anak kandung sendiri. Sementara, korban menjalani rawatan insentif di RSUD-dr.H. Yuliddin Away Tapaktuan.“Hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengakui kesal dengan tingkah korban yang meminta rokok secara paksa, bahkan berusaha mengejar tersangka. Tidak terima perlakuan itu, spontan Muhammad menebus leher korban dengan parang yang berada ditangannya,” terang Mustafa mengutip mengakuan tersangka kepada polisi.(dir)
SUMBER:Rakyataceh/MetroAceh
Gara-gara insiden pembacokan tersebut, suasana nyaman di Gampong Lhok Sialang Rayeuk, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan mendadak gempar. Selanjutnya Muhammad (48) langsung digelandang polisi guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Menurut keterangan dihimpun Metro Aceh, aksi berdarah itu terjadi kemarin pagi sekira pukul 10.00 WIB. Awalnya, ayah dan anak tersebut berada kawasan kebun jagung milik mereka. Motifnya karena Habibi yang disebut-sebut pernah mengalami stress berat, serta pernah dirawat di rumah sakit jiwa, meminta rokok kepada sang ayah di siang hari.
Karena dalam suasana bulan puasa, Muhammad menolak lalu menganjurkan agar putra kandungnya minum obat saja, agar cepat sembuh dari penyakit. Sayang nasehat Muhammad tidak digubris, malah menjadi-jadi. Permintaan rokok terus dilakukan dan Habibi menguber tersangka. Karena petuahnya tak dianggap, membuat Muhammad naik pitam.Parang yang dibawa dari rumah untuk menyabet rumput, tiba-tiba lalu diayunkan ke arah kepala hingga mengenai leher korban. Akibat serangan mendadak tersebut, bagian tengkuk belakang korban pun muncrat darah segar. Dalam keadaan sempoyongan sembari menutupi luka parah dengan telapak tangan, korban lari menuju perkampungan untuk mendapat pertolongan warga.
Mendapati Habibi dalam keadaan kritis, dengan luka leher hampir putus, masyarakat melarikan korban ke Puskesmas Pasie Raja. Karena keterbatasan fasilitas dan kondisi korban sekarat, akhirnya pihak Puskesmas merujuk ke rumah sakit umum dr. Yuliddin Away Tapaktuan. Kapolsek Pasei Raja, Iptu. Mustafa yang dikonfirmasi media ini, membenarkan peristiwa berdarah itu. Pihaknya berhasil mengamankan tersangka beserta barang bukti sebilah parang. Pasca kejadian, kami telah mengamankan tersangka, Muhammad yang tidak lain adalah ayah kandung korban Habibi.
Saat ini tersangka diamankan di Mapolres Aceh Selatan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang membacok anak kandung sendiri. Sementara, korban menjalani rawatan insentif di RSUD-dr.H. Yuliddin Away Tapaktuan.“Hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengakui kesal dengan tingkah korban yang meminta rokok secara paksa, bahkan berusaha mengejar tersangka. Tidak terima perlakuan itu, spontan Muhammad menebus leher korban dengan parang yang berada ditangannya,” terang Mustafa mengutip mengakuan tersangka kepada polisi.(dir)
SUMBER:Rakyataceh/MetroAceh
Sadis, Organ Vital Bunga Sobek usai Ditiduri Maling
Posted by : on :Saturday, July 20, 2013
Banda Aceh - Malang benar nasib wanita muda ini. Sebut saja namanya Bunga. Wanita berumur 26 tahun warga Lambaro Skep Banda Aceh, yang telah menikah dan mempunyai anak ini, harus dirawat di rumah sakit akibat mengalami luka sobek di organ vitalnya setelah ditiduri oleh maling.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Banda Aceh ketika ditemui acehonline,info, Jumat (19/7) di Mapolresta Banda Aceh mengatakan, musibah naas tersebut terjadi pada Rabu (17/7) dinihari, sekitar Pukul 02.00 WIB. Dimana pada saat itu, suami korban tidak sedang berada di rumah.
"Saat itu ada maling yang masuk ke kamar korban, langsung menjamah dan memeluk korban. Awalnya korban mengira itu suaminya, karena lampu kamar dalam keadaan mati. Makanya dia diam saja ketika diraba-raba oleh maling itu," jelas Kasat Reskrim.
Saat itu, Kasat menambahkan, korban menyanyakan maling yang dikira suaminya tersebut, mengapa pulang larut malam. Namun, maling tersebut terus melancarkan aksinya tanpa mengeluarkan suara. Karena tak menjawab pertanyaan itu, akhirnya membuat korban curiga.
"Korban terkejut ketika memegang tangan pelaku, karena memiliki banyak bulu. Langsung dia tersentak dan melawan, yang akhirnya dibekap pelaku, hingga kemaluannya dirobek pakai tangan," jelas Kasat. "Korban kini dirawat di Rumah Sakit Umum Zainoel Abdini (RSUZA) Banda Aceh," tambahnya.
Tim Reskrim Polresta Banda Aceh, kata Kasat, saat ini sedang memburu pelaku penganiayaan dan pencurian tersebut.
"Pelaku sudah terindifikasi. Saat ini dugaan awal pelaku melakukan perbuatan tersebut karena dendam dengan keluarga korban. Tim kami sedang di lapangan dan memburu pelaku. Semoga saja bisa cepat tertangkap," imbuh Erlin Tangjaya.(Reza Gunawan)
---
Sumber : Aceh Online
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Banda Aceh ketika ditemui acehonline,info, Jumat (19/7) di Mapolresta Banda Aceh mengatakan, musibah naas tersebut terjadi pada Rabu (17/7) dinihari, sekitar Pukul 02.00 WIB. Dimana pada saat itu, suami korban tidak sedang berada di rumah.
"Saat itu ada maling yang masuk ke kamar korban, langsung menjamah dan memeluk korban. Awalnya korban mengira itu suaminya, karena lampu kamar dalam keadaan mati. Makanya dia diam saja ketika diraba-raba oleh maling itu," jelas Kasat Reskrim.
Saat itu, Kasat menambahkan, korban menyanyakan maling yang dikira suaminya tersebut, mengapa pulang larut malam. Namun, maling tersebut terus melancarkan aksinya tanpa mengeluarkan suara. Karena tak menjawab pertanyaan itu, akhirnya membuat korban curiga.
"Korban terkejut ketika memegang tangan pelaku, karena memiliki banyak bulu. Langsung dia tersentak dan melawan, yang akhirnya dibekap pelaku, hingga kemaluannya dirobek pakai tangan," jelas Kasat. "Korban kini dirawat di Rumah Sakit Umum Zainoel Abdini (RSUZA) Banda Aceh," tambahnya.
Tim Reskrim Polresta Banda Aceh, kata Kasat, saat ini sedang memburu pelaku penganiayaan dan pencurian tersebut.
"Pelaku sudah terindifikasi. Saat ini dugaan awal pelaku melakukan perbuatan tersebut karena dendam dengan keluarga korban. Tim kami sedang di lapangan dan memburu pelaku. Semoga saja bisa cepat tertangkap," imbuh Erlin Tangjaya.(Reza Gunawan)
---
Sumber : Aceh Online
Mobil Anggota Dewan Aceh Timur Diberondong Tembakan
Posted by : on :Sunday, July 14, 2013
LANGSA - Aksi teror menggunakan senjata api yang sudah sekian lama tak terdengar kabar, kini kembali menguncang Kabupaten Aceh Timur. Kasus terbaru menimpa anggota Komisi A DPRK Aceh Timur dari Partai Aceh, Fadhil Muhammad. Sebuah mobil daihatsu Taruna Nopol BL 847 PZ yang biasa diparkir de depan kantor KPA Sagoe Simpang Ulim di Desa Peulalu, Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur ditembak sebanyak tiga kali oleh orang yang tak dikenal. Peristiwa itu terjadi pukul 03.00 WIB, Minggu (14/07/2013).
Informasi dihimpun Serambinews, Fadil Muhammad baru mengetahui kejadian itu pada pukul 07.00 WIB. Saat hendak menghidupkan mobinyal ia kaget melihat 3 lubang seukuran biji jagung. Lubang pertama pada bagian gagang pintu handle sebelah kanan tembus ke dalam mobil. Lubang tembakan kedua mengenai pintu belakang sebelah kanan tembus bagian kursi dan pintu sebelah kiri. Sementara lubang tembakan ketiga tepat di bagian belakang mobil persisnya di bagian tutup tangki minyak tembus bagian kaca bagian kiri mobil.
Teror penembakan seperti itu, menurut Fadil, tidak ada arti apa-apa dan tak membuat ia gentar. "Kami sangat menyesalkan aksi teror yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Jika ada keinginan bisa disampaikan langsung kepada saya," kata Fadil.
Sementara itu, warga juga sempat mendengarkan letusan senjata pada pukul 03.00 WIB. "Masyarakat mengira itu adalah suara mencon atau kembang api," ujar seorang warga Peulalu.
Kasus penembakan mobil politisi PA sudah ditangani oleh pihak Mapolsek Simpang Ulim untuk penyelidikan lebih lanjut. (*)
Sumber:"Serambinews"
Tindak Kriminal Didominasi Penipuan di Dunia Online
Posted by : on :Friday, July 5, 2013
BOGOR - Pelaku tindak kriminalitas di Kota Bogor sepertinya makin kratif. Pasalnya, tidak hanya pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian berat (curat) yang marak. Namun, sejak dua tahun terakhir, tindak kriminalitas yang menggila adalah penipuan dengan segudang modus.
"Dominannya itu adalah kasus penipuan. Modusnya, dari bagi-bagi hadiah, hipnotis sampai bisnis online," ungkap Kasat Reskrim Polres Bogor Kota AKP Didik Purwanto, kemarin.
Berdasarkan data Satreskrim Polres Bogor Kota pada 2012, tercatat ada 278 kasus penipuan. Modusnya beragam. Rata-rata pelakunya berperan sebagai pemberi hadiah dengan model online.
Sementara, tindak kriminalitas kedua adalah curanmor dengan total 173 kasus untuk roda dua dan 60 kasus untuk roda empat. Tindak kriminalitas tertinggi ketiga yakni pencurian disertai pemberatan (curat) dengan total 132 kasus.
"Hampir di seluruh kota-kota besar, tindak kriminalitas didominasi penipuan, penggelapan dan pencurian. Ini studi kasus yang menarik, karena modus ini setiap tahunnya beragam," kata Didik.
Untuk semester pertama 2013, Satreskrim Polres Bogor Kota mencatat ada 109 kasus penipuan. Modusnya pun beragam. Yakni, mengiming-imingi hadiah via online atau seluler, dengan syarat harus mengirim sejumlah uang untuk menebus pajak hadiah.
Modus lainnya, yaitu berdagang barang melalui online. "Nah, untuk penjualan barang-barang online saat ini sedang marak. Kami imbau kepada warga untuk tidak terpancing. Ada barang ada uang. Jangan sampai uang masuk barang tidak ada," tandasnya.
"Dominannya itu adalah kasus penipuan. Modusnya, dari bagi-bagi hadiah, hipnotis sampai bisnis online," ungkap Kasat Reskrim Polres Bogor Kota AKP Didik Purwanto, kemarin.
Berdasarkan data Satreskrim Polres Bogor Kota pada 2012, tercatat ada 278 kasus penipuan. Modusnya beragam. Rata-rata pelakunya berperan sebagai pemberi hadiah dengan model online.
Sementara, tindak kriminalitas kedua adalah curanmor dengan total 173 kasus untuk roda dua dan 60 kasus untuk roda empat. Tindak kriminalitas tertinggi ketiga yakni pencurian disertai pemberatan (curat) dengan total 132 kasus.
"Hampir di seluruh kota-kota besar, tindak kriminalitas didominasi penipuan, penggelapan dan pencurian. Ini studi kasus yang menarik, karena modus ini setiap tahunnya beragam," kata Didik.
Untuk semester pertama 2013, Satreskrim Polres Bogor Kota mencatat ada 109 kasus penipuan. Modusnya pun beragam. Yakni, mengiming-imingi hadiah via online atau seluler, dengan syarat harus mengirim sejumlah uang untuk menebus pajak hadiah.
Modus lainnya, yaitu berdagang barang melalui online. "Nah, untuk penjualan barang-barang online saat ini sedang marak. Kami imbau kepada warga untuk tidak terpancing. Ada barang ada uang. Jangan sampai uang masuk barang tidak ada," tandasnya.
Awas, Perampokan Meningkat Selama Bulan Puasa
Posted by : on :Friday, June 28, 2013
Kepolisian memprediksi adanya peningkatan tren kejahatan perampokan menjelang dan selama bulan puasa mendatang. Kepada warga masyarakat diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Kemungkinan ada peningkatan kejahatan selama bulan puasa ini terutama pada jam-jam rawan, namun warga kita imbau untuk tetap berhati-hati," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Slamet Riyanto kepada wartawan, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (26/6).
Beberapa sasaran perampokan seperti toko emas, nasabah bank dan juga mobil sekuriti pengangkut uang bank serta minimarket, diantisipasi agar tidak menjadi target pelaku. Termasuk tempat-tempat penggadaian yang menyimpan barang-barang berharga.
Mengantisipasi hal itu, jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya meningkatkan kesiagaan jajarannya di lokasi-lokasi yang dianggap rawan perampokan.
Di sisi lain, ia berharap agar instansi-instansi keuangan, perbankan atau pengelola minimarket memasang pengamanan CCTV dan juga sekuriti sebagai upaya pencegahan."Kita secara silent, tempat-tempat itu kita awasi. Kita juga punya data-data mana pelaku yang baru keluar LP, residivis-residivis itu kita awasi juga pergerakannya," jelas dia. (int)
Sumber:"Rakyataceh"
"Kemungkinan ada peningkatan kejahatan selama bulan puasa ini terutama pada jam-jam rawan, namun warga kita imbau untuk tetap berhati-hati," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Slamet Riyanto kepada wartawan, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (26/6).
Beberapa sasaran perampokan seperti toko emas, nasabah bank dan juga mobil sekuriti pengangkut uang bank serta minimarket, diantisipasi agar tidak menjadi target pelaku. Termasuk tempat-tempat penggadaian yang menyimpan barang-barang berharga.
Mengantisipasi hal itu, jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya meningkatkan kesiagaan jajarannya di lokasi-lokasi yang dianggap rawan perampokan.
Di sisi lain, ia berharap agar instansi-instansi keuangan, perbankan atau pengelola minimarket memasang pengamanan CCTV dan juga sekuriti sebagai upaya pencegahan."Kita secara silent, tempat-tempat itu kita awasi. Kita juga punya data-data mana pelaku yang baru keluar LP, residivis-residivis itu kita awasi juga pergerakannya," jelas dia. (int)
Sumber:"Rakyataceh"







