Showing posts with label Lifestyle. Show all posts

Tips Agar Anak Terbiasa Disiplin

Meski kini pola asuh bergaya "tangan besi" sudah mulai ditinggalkan, namun orangtua tetap perlu mengajarkan disiplin pada anak sedini mungkin. Kedisiplinan akan membantu anak memahami konsep "salah" dan "benar".

Menerapkan kedisiplinan pada anak membutuhkan keterampilan dan kesabaran dari orangtua. Sikap disiplin merupakan sikap yang perlu dibentuk dengan tahapan yang cukup panjang.

Menurut pskilog anak dan keluarga Anna Surti Ariani, penerapan pola asuh moderat merupakan cara yang terbaik untuk membentuk kedisiplinan pada anak. Dalam pola asuh ini, orangtua dan anak membuat aturan sesuai kesepakatan bersama untuk dijalankan secara bersama-sama pula. 

"Jika diibaratkan, pola asuh moderat bagaikan pagar besi yang diberikan busa-busa tebal. Maka bila anak mencoba keluar dari pagar (aturan yang sudah dibuat bersama), dia tetap dibatasi oleh pagar besi (sikap tegas) namun anak juga terlindungi dengan busa (dekat dan penuh kasih sayang)," papar Nina, panggilan psikolog dari Klinik Terpadu Universitas Indonesia ini.

Dalam pola asuh moderat, orangtua berpegangan pada prinsip piramida disiplin yang secara berurutan terdiri dari perhatian positif, pengabaian, kerja sama, ketegasan, dan hukuman. Berikut penjelasannya.

1. Perhatian positif
Perhatian positif dapat berupa pujian terhadap perilaku anak yang baik. Menurut Nina, pujian merupakan proses paling penting dalam usaha menerapkan kedisiplinan.  "Prinsipnya perbuatan yang baik yang dihargai dengan dipuji akan ingin dilakukan terus," ujarnya.

Pujilah anak dengan tulus saat ia melakukan hal-hal yang baik. Lakukan pujian dengan kontak mata, ekspresi wajah yang menyenangkan, dan intonasi ramah.  Satu hal yang perlu diingat, pujilah perilakunya, bukan anaknya.

2. Pengabaian
Secara alamiah terkadang anak berusaha mencari perhatian orangtua dengan bertindak manja, teriak, rewel, bahkan cenderung "nakal". Namun selama masih bisa ditoleransi, memberi pengabaian bisa dijadikan pilihan. 

"Misalnya saat anak menangis sambil guling-guling di lantai, abaikan saja. Nanti dia akan merasa tidak diperhatikan dan menghentikan aksi tersebut," jelas Nina.

Namun pengabaian perilaku anak bukan berarti mengabaikan anaknya. Jadi, ketika anak sudah berhenti melakukan perilaku yang tidak menyenangkan tersebut, segeralah puji dia. Dengan begitu, anak akan bisa membedakan mana perilaku yang seharusnya dia lakukan dan mana yang tidak.

3. Kerjasama
Semakin bertambah usia anak, semakin beragam ulahnya, termasuk ulah yang membuat orangtuanya kesal. Sementara itu kemampuannya untuk memahami peraturan makin baik. Karenanya orangtua dapat membuat aturan bersama yang sudah disepakati anak.

Contohnya, kesepakatan waktu mandi yang ditentukan oleh kedua pihak adalah jam 5 sore dan tentukan bersama konsekuensi jika anak melanggarnya. Maka mau tidak mau anak harus mematuhi aturan tersebut. Namun orangtua juga harus aktif mengingatkan agar anak merasa aturan tersebut selalu berlaku.

4. Ketegasan
Ini adalah tahap selanjutnya untuk memantau aturan yang sudah dibuat sebelumnya. Jika berharap anak tumbuh disiplin, orangtua perlu bersikap tegas terhadap aturan. Jika tidak, aturan yang sudah dibuat akan sia-sia.

5. Hukuman
Tahap ini merupakan puncak dari piramida, artinya paling jarang dilakukan. Nina mengatakan, tahap ini baru dilakukan saat empat tahapan sebelumnya sudah dilakukan. 

"Orangtua menghukum anaknya bukan karena marah atau bukannya karena tidak kuat dengan sikap anak yang mengesalkan, tapi karena peduli. Justru kalau anak nakal dibiarkan saja, itu adalah sikap semena-semena," tutur Nina.

Kendati demikian, menghukum anak juga ada aturannya. Prinsipnya jangan sampai melakukan kekerasan fisik. Pencabutan hak untuk melakukan kegiatan favorit merupakan jenis hukuman yang disarankan.


Sumber:"Kompas.Com"

Agar Kesan Pertama Tak Terlupakan

MEMBUAT orang lain terkesan dalam pertemuan pertama memang pekerjaan yang tak mudah. Anda pun perlu menciptakan strategi khusus agar hal tersebut terwujud.

Berhasil menciptakan pengalaman berkesan bagi orang lain di awal pertemuan merupakan prestasi. Hal tersebut wajar mengingat tak semua orang berhasil melakukanny. Nah, jika Anda ingin berhasil menciptakan kesan pertama yang tak terlupakan, ikuti langkah berikut, seperti dilansir Psychcentral.
Buatlah sapaan yang menarik
Hal ini mungkin membutuhkan usaha untuk menciptakan apa yang hendak Anda ucapkan. Tentu Anda ingin memastikan semuanya berjalan lancar, baik dari segi senyum, kalimat dan sapaan yang dilontarkan. Dalam beberapa budaya, membungkuk mungkin lebih tepat daripada jabat tangan. Sementara dalam budaya lain senyuman bervariasi lebih tepat. 

Perhatikan bagaimana Anda berbusana
Hal ini tidak saja mencakup busana Anda tetapi juga aksesori. Orang-orang cenderung membuat banyak asumsi berdasarkan presentasi fisik Anda. Hal ini penting untuk mengetahui suasana berjalan sesuai yang Anda harapkan. Meski penampilan bukanlah segalanya, namun menggunakan busana yang tepat sesuai dengan lokasi dan jenis acara sangatlah penting untuk kesuksesan penciptaan citra Anda di hadapan orang.

Studi: Seks Oral Cegah Perselingkuhan

SEBUAH studi baru dalam jurnal ilmiahEvolutionary Psychology telah berusaha menyelidiki alasan ilmiah dan evolusi pria melakukan oral seks pada wanita.
 
Dengan melakukan poling terhadap 243 pria dewasa heteroseksual, para peneliti di Oakland University Rochester, Michigan, Amerika Serikat menyatakan bahwa pria melakukan cunnilingus sebagai bagian dari “taktik retensi pasangan” untuk meminimalkan risiko perselingkuhan pasangan mereka.
 
Reaksi terhadap penelitian ini bermacam-macam. Ada yang mengkritik para ilmuwan karena melihat semua perilaku manusia sebagai “mekanik” dan gagal bertanya alasan wanita melakukan seks oral terhadap pria.
 
Dalam studi mereka yang berjudul “Is cunnilingus-assisted orgasm a male mate-retention Strategy?” ini, para peneliti berhipotesis bahwa salah satu alasan pria melakukan seks oral terhadap wanita adalah meningkatkan kepuasan sang wanita terhadap hubungan mereka, sehingga meminimalkan risiko perselingkuhan.
 
Kemungkinan alasan lain pria melakukan cunnilingus adalah retensi sperma. Studi ini mencatat jika penelitian sebelumnya menemukan bahwa wanita menahan lebih banyak sperma saat mereka orgasme sesaat setelah pasangan mereka ejakulasi.
 
Mereka tampaknya menahan lebih banyak sperma dengan cara ini karena orgasme wanita telah terbukti dapat menyebabkan kontraksi rahim, yang menarik sperma lebih lanjut dalam saluran reproduksi.
 
Menurut penelitian, ini bisa menjadi alasan kenapa melakukan seks oral pada wanita sangat menguntungkan, karena retensi sperma meningkatkan pembuahan.
 
Peserta dalam penelitian ini ditanyai tentang hubungan seksual terbaru dengan pasangan mereka, apakah mereka melakukan seks oral pada pasangan wanitanya dan apakah sang wanita mengalami orgasme sebagai hasilnya.
 
Para peneliti menemukan bahwa teori cunnilingus adalah taktik retensi sperma tidak konsisten dengan hasilnya. Ini karena ejakulasi biasanya tidak terjadi dalam periode waktu singkat di mana orgasme mungkin berfungsi untuk mempertahankan sperma.
 
“Periode waktu singkat” ini menurut penelitian adalah satu menit sebelum dan hingga 45 menit setelah pria berejakulasi dalam Miss V pasangan.
 
Penelitian ini bagaimanapun, konsisten dengan teori bahwa cunnilingus digunakan sebagai strategi retensi pasangan. “Pria yang lebih berisiko dalam persaingan sperma lebih mungkin untuk melakukancunnilingus pada pasangan mereka sampai sang wanita mencapai orgasme," sitat penelitian tersebut.
 
Peneliti menyimpulkan bahwa cunnilingus dan wanita orgasme mungkin penjelasan paling baik sebagai elemen dari strategi retensi pasangan pria yang lebih luas, tetapi hipotesis tunggal saja tidak dapat memberikan penjelasan yang lengkap.
 
Beberapa pembaca telah mengkritik studi ini dengan komentar “sia-sia” dan menegaskan bahwa tidak semua perilaku manusia perlu memiliki alasan ilmiah di baliknya, seperti dilansir Dailymail.

Wanita seperti Ini Paling Cepat Orgasme

MENCIPTAKAN hubungan intim yang indah dengan pasangan tentu tidak mudah. Selain waktu, emosi juga harus dijaga agar masing-masing pasangan bisa kompak di ranjang.  
 
Berikut hal-hal kecil yang dapat membunuh dan memiliki efek mengejutkan pada kehidupan cinta Anda, seperti dilansir Woman’s Day.
 
Waktu
 
Menurut Dr. Herbenick, "Waktu dapat memengaruhi minat seksual, tetapi bervariasi. Beberapa wanita dan pria paling suka bercinta di pagi hari karena mereka sudah beristirahat dengan baik dan santai. Sementara bagi orang lain, seks adalah hal terakhir di pikiran mereka ketika alarm berbunyi." 

Tapi jika Anda dan pasangan tidak memiliki jadwal seks yang sama, tidak berarti Anda tidak bisa mensinkronisasikannya. Dr. Herbenick menyarankan, "Cobalah menjadi lebih fleksibel satu sama lain dan mencoba menjadi intim pada waktu yang berbeda sepanjang hari."
 
Hewan
 
Percaya atau tidak, hewan peliharaan mungkin menjadi peredam kehidupan seks Anda. Menurut Dr. Herbenick, "Memiliki anjing dapat mengubah siklus tidur pasangan yang dapat mempengaruhi kehidupan seks mereka. Dan jika hewan peliharaan tidur di tempat tidur dengan pasangan, ini juga dapat mengubah pola seks mereka."
 
Jadi bagi Anda pecinta hewan peliharaan, Dr. Herbenick menyarankan agar Anda dan pasangan bekerja sama untuk mengetahui bagaimana menjaga kehidupan intim terlepas dari teman berbulu Anda.
 
Emosi
 
Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa emosi dapat benar-benar membuat kita berkasi dengan baik di kamar tidur. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Sexual Medicine, emosi sebenarnya baik untuk kehidupan seks wanita. Studi ini menemukan bahwa wanita yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi atau lebih berhubungan dengan perasaan mereka dan peka terhadap orang lain, 2,5 kali lebih mungkin untuk orgasme daripada wanita yang tidak memiliki kecerdasan emosional yang tinggi.

Dari Pujian hingga Pelukan, Inilah Kunci Kepercayaan Diri Wanita

BERDASARKAN penelitian, wanita menghabiskan lebih dari 13,000 poundsterling (Rp201 juta) selama hidupnya untuk membeli produk kecantikan guna membuat lebih baik tentang diri sendiri.
 
Namun, studi tersebut juga menemukan bahwa peningkat kepercayaan diri terbaik adalah hal yang tidak dapat dibeli dengan uang.
 
Sebuah pujian dari seorang teman atau pasangan menduduki puncak daftar hal-hal yang membuat wanita merasa baik. Ini diikuti oleh memiliki rambut yang sempurna dan terlihat cantik dalam sebuah foto.
 
Sebuah senyum dari orang asing, berpelukan, dan kata “I love you” juga dijamin dapat membuat wanita merasa menarik dan percaya diri. Itu adalah hasil survei yang dilakukan oleh Ready To Glow terhadap 2.000 relawan wanita.
 
Para peneliti menemukan empat dari 10 wanita segera merasa lebih baik jika terlihat cantik dalam sebuah foto. Dan 40% relawan merasa senang jika tidur malam tidak terganggu, seperti dilansir Dailymail.
 
Hasil penelitian menunjukkan, sebanyak 42% wanita lebih percaya diri jika kaki mereka mulus, sementara 33% sangat gembira jika mereka disanjung karena terlihat lebih muda.
 
Enam dari 10 wanita harus berdandan terlebih dahulu agar percaya diri ketika keluar rumah. Sedangkan 38% wanita hanya memerlukan pelukan dari anak, pasangan, anggota keluarga, atau teman agar merasa bahagia.
 
Sementara itu, banyak relawan mengatakan jika tatanan rambut yang sempurna dapat membuat hari-harinya menjadi berbeda dan meningkatkan kepercayaan diri –entah itu bangun di pagi hari dengan rambut yang bagus, habis mencoba gaya rambut terbaru, atau mewarnai rambut.
 
Dan sepertiga wanita menyukai pulang dari liburan dengan kulit kecokelatan. Ditanyai membeli sesuatu di mana atau diajak berkencan juga membuat wanita merasa percaya diri.
 
Habis manikur, alis matanya dirapikan, atau mengenakan pakaian yang memamerkan bentuk tubuh juga membuat wanita merasa luar biasa.
 
Namun, ada juga hal-hal yang dapat merusak kepercayaan diri seorang wanita, seperti tidur malam tidak nyenyak, bangun tidur dengan kulit jelek, dan rambut berantakan. Wanita juga depresi jika seseorang memperkirakan usia mereka lima atau 10 tahun lebih tua dari usia sebenarnya.
 
Melewatkan sebuah pertemuan sosial, disebut sebagai “ibu” di kantor dan sampai di rumah dengan makanan terselip di antara giginya juga dapat meruntuhkan kepercayaan diri seorang wanita.
 
Carole-Ann Beras, juru bicara Ready To Glow mengatakan, "Hal-hal kecil dapat membuat perbedaan terhadap kepercayaan seorang wanita."

Sukses Ciuman Perdana, Ada Aturan Mainnya Loh

CIUMAN pertama merupakan sebuah pengalaman yang tak terlupakan. Namun jangan salah, karena momen ini bisa juga penuh dengan kecanggungan.
 
Kencan dengan orang yang baru, artinya Anda perlu melakukan banyak penyesuaian. Salah satu yang cukup penting adalah sexual chemistry. Ketika Anda merasakan sensasi ciuman pertama misalnya, ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Termasuk risiko situasi canggung yang mungkin terjadi. Berikut ini beberapa tip sukses ciuman pertama, seperti dikutip Your Tango.
 
Izin terlebih dahulu
 
Mintalah izin atau tanyakan pada pasangan apakah Anda boleh menciumnya
atau tidak. Hal ini memang sangat canggung, tapi merupakan cara pasti
untuk menghindari kejadian yang lebih memalukan. Misalnya saja dia
tiba-tiba memalingkan wajah atau justru menjauh karena tidak tertarik.
 
Sentuhan
 
Salah satu cara memberinya "kode" adalah dengan menyentuh lengan, wajah,
tangan, atau lehernya sebelum mencium. Sentuhan ini bisa memberi sinyal
bahwa Anda bersiap untuk "serangan" selanjutnya. Selain itu, Anda dan
dia juga bisa lebih rileks dan tak lagi canggung.
 
Perlahan
 
Mulailah dengan perlahan dan jangan bersikap agresif. Lihatlah bagaimana
reaksinya pada gerakan yang Anda lakukan. Anda bisa lebih aktif dan
agresif ketika dia juga mulai membalas dengan aktif.

Manusia Lebih Bahagia di Atas Usia 55

MENURUT sebuah survei, manusia paling bahagia ketika mereka berusia 55 tahun atau lebih. Para peneliti menemukan bahwa mereka yang berusia lebih dari 55, lebih sering tersenyum dari kelompok usia lainnya.
 
Hal ini mengindikasikan bahwa hidup pada usia 55 tahun dan menjadi lebih baik justru ketika kita hampir pensiun dan mulai tidak terlalu memikirkan pekerjaan. Sedangkan mereka yang berusia di bawah 55 tahun lebih jarang tersenyum.
 
Mereka lebih cenderung memalsukan senyuman, terutama kepada bos mereka. Ini menunjukkan bahwa tekanan karier atau pekerjaan adalah sumber ketidakbahagiaan terbesar bagi manusia.
 
Orang yang berusia 55 atau lebih, tersenyum lebih dari 10 kali sehari. Jumlah ini jauh lebih banyak daripada kelompok usia muda, seperti dilansir Dailymail.
 
Selain itu, hampir 70% dari orang yang berusia 55 tahun atau lebih tidak pernah memalsukan senyuman. Ini menunjukkan bahwa 55 tahun lebih adalah kelompok usia paling bahagia.
 
Sebagai perbandingan, mereka yang berusia 35-44 adalah kelompok usia yang paling jarang tersenyum, dengan 5% dari mereka mengatakan tidak pernah tersenyum. Mereka yang lebih muda dari usia 55 tahun juga jauh lebih mungkin memalsukan senyuman.
 
Dan setengah senyuman dari mereka yang berusia 18-34 tahun adalah senyuman palsu. Ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh British Dental Health Foundation dan survei oleh Oral-B.
 
Survei ini melibatkan 2.024 orang dan satu dari tujuh orang yang disurvei mengaku jika senyuman untuk bos mereka tidaklah asli.
 
Dr. Uchenna Okoye dari Oral-B berkata, "Saya melihat banyak orang yang mengertakkan gigi, terutama mereka yang berusia lebih muda dan setengah baya. Ini pertanda kuat akan stres dan kerja biasanya menjadi salah satu kontributor utama. Saya tidak terkejut berapa banyak orang muda yang memalsukan senyum mereka karena tekanan kantor."