Showing posts with label SigomDonya. Show all posts
Gadis kecil itu ternyata dinikahkan dengan seorang pria dengan usia lima kali lebih tua darinya. Demikian kabar dari harian terbitan Kuwait, Al Watan, Minggu (8/9).
Gadis kecil bernama Rawan itu meninggal dunia diyakini akibat menderita pendarahan di organ vitalnya. Para aktivis HAM di Yaman mendesak polisi lokal untuk menangkap sang pengantin pria, keluarga Rawan, dan membawa mereka ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Para aktivis berharap jika pemerintah menangani kasus yang terjadi di kota Hardh, Provinsi Hajjah ini, maka bisa menjadi alasan kuat untuk menghentikan praktik pernikahan dini di negeri itu.
Setelah harian Kuwait Al Watan mengabarkan kisah itu, para bloger di negeri kaya minyak itu mengecam keluarga Rawan dan pengantin pria. Seorang bloger dengan identitas Angry Man mengatakan, si pengantin pria sangat layak dihukum seberat-beratnya karena kejahatan yang dilakukannya. “Semua yang mendukung kejahatan ini harus dihukum,” ujar Angry Man.
Bloger lain mengatakan, seharusnya keluarganya menyadari bahwa Rawan masih terlalu muda untuk menikah. “Keluarganya dan pengantin pria seharusnya menunggu beberapa tahun sebelum menikahinya,” kata bloger bernama Sad. “Kondisi ini sangat tidak adil dan semua pernikahan seperti ini harus dihapuskan meski mereka meyakini hal ini sebagai bagian budaya mereka,” tambah Sad.
Sementara itu, bloger dengan nama Bu Omar mengaku sangat terganggu mengetahui kisah tragis Rawan ini. “Keluarga Rawan bukan manusia. Mereka tak pantas memiliki anak,” kata dia.
OSLO - Rakyat Norwegia hari ini, Senin (9/9/2013) sedang mengadakan hajatan demokrasi melalui pemilihan umum untuk memilih anggota legislatif yang akan menduduki Gedung Parlemen (Stortinget), sekaligus kepala pemerintahan periode 2013-2017.
Rowan Atkinson "Mr Bean" Masuk Islam?
Posted by : on :Thursday, October 3, 2013
Berita mengejutkan datang dari komedian pemeran Mr. Bean, Rowan Atkinson. Dikabarkan sejumlah media di Israel, Arab dan Pakistan, Selasa (1/10/2013), aktor berusia 58 tahun ini telah memeluk Islam.
Seperti dilansir Islampos.com, salah satu media Israel Sadabladi.com menerangkan Rowan dituntun oleh ulama Arab, Sheikh Rashid Ghannousyi untuk mengucapkan kalimat syahadat. Mr. Bean memeluk Islam setelah menonton film kontroversial Innocent of Mosleem.
Kabar ini telah menyebar begitu cepat di berbagai media sosial. Kaskus, Facebook dan Twitter telah ramai memperbincangkan.
Sejumlah pengguna Twitter berkicau mengucapkan selamat sementara sebagian lagi meragukan kabar ini.
“Dr. Rowan Atkinson AKA Mr Bean disahkan memeluk Islam pd 1 Oktober 2013? Alhamdulillah. Tak disangka-sangka :’) Christiano Ronaldo bila pula,” kicau @MoonlightShadow
“Kalo memang benar Rowan Atkinson A.K.A Mr.bean masuk islam .alhamdulillah,” kata @SaputraBima
Sementara salah satu video tentang kabar perpindahan agama Mr. Bean ini telah diunggah di Youtube oleh salah satu pengguna akun berbahasa Arab pada hari Senin (30/9/2013). Video berjudul Mr Bean announced his conversion to Islam ini telah ditonton oleh sedikitnya 18.000 pengunjung.
Salah satu akun menanggapi video ini dengan tajam. Akun bernama Yustuke Kun menyebut Video ini hanya bersumber dari satu berita saja, sehingga tidak bisa dipastikan kebenarannya.
Sejumlah media tidak resmi dari Israel dan beberapa negara lain juga telah menyoroti berita ini. Mereka menyebut kabar Mr. Bean mualaf ini adalah rumor yang tidak bertanggung jawab.
Israellycool.com, Rabu (2/10/2013), menulis berita yang dirilis oleh sejumlah media Islam ini tidak mendasar dan tidak memiliki bukti yang jelas.
Berita dengan judul provokatif Bats**t Crazy Claim Of The Day: Rowan Atkinson Converted To Islam ini telah diposting ulang ke berbagai media sosial luar negeri.(*/Hitz)
Sumber:"WartaNews"
Seperti dilansir Islampos.com, salah satu media Israel Sadabladi.com menerangkan Rowan dituntun oleh ulama Arab, Sheikh Rashid Ghannousyi untuk mengucapkan kalimat syahadat. Mr. Bean memeluk Islam setelah menonton film kontroversial Innocent of Mosleem.
Kabar ini telah menyebar begitu cepat di berbagai media sosial. Kaskus, Facebook dan Twitter telah ramai memperbincangkan.
Sejumlah pengguna Twitter berkicau mengucapkan selamat sementara sebagian lagi meragukan kabar ini.
“Dr. Rowan Atkinson AKA Mr Bean disahkan memeluk Islam pd 1 Oktober 2013? Alhamdulillah. Tak disangka-sangka :’) Christiano Ronaldo bila pula,” kicau @MoonlightShadow
“Kalo memang benar Rowan Atkinson A.K.A Mr.bean masuk islam .alhamdulillah,” kata @SaputraBima
Sementara salah satu video tentang kabar perpindahan agama Mr. Bean ini telah diunggah di Youtube oleh salah satu pengguna akun berbahasa Arab pada hari Senin (30/9/2013). Video berjudul Mr Bean announced his conversion to Islam ini telah ditonton oleh sedikitnya 18.000 pengunjung.
Salah satu akun menanggapi video ini dengan tajam. Akun bernama Yustuke Kun menyebut Video ini hanya bersumber dari satu berita saja, sehingga tidak bisa dipastikan kebenarannya.
Sejumlah media tidak resmi dari Israel dan beberapa negara lain juga telah menyoroti berita ini. Mereka menyebut kabar Mr. Bean mualaf ini adalah rumor yang tidak bertanggung jawab.
Israellycool.com, Rabu (2/10/2013), menulis berita yang dirilis oleh sejumlah media Islam ini tidak mendasar dan tidak memiliki bukti yang jelas.
Berita dengan judul provokatif Bats**t Crazy Claim Of The Day: Rowan Atkinson Converted To Islam ini telah diposting ulang ke berbagai media sosial luar negeri.(*/Hitz)
Sumber:"WartaNews"
Gadis 8 Tahun Meninggal Dunia Saat Malam Pertama
Posted by : on :Thursday, September 12, 2013
SANA - Warga Yaman meminta pemerintahnya menjatuhkan sanksi berat untuk sebuah keluarga setelah seorang anak perempuan yang baru berusia delapan tahun meninggal dunia di malam pertama pernikahannya.
Gadis kecil itu ternyata dinikahkan dengan seorang pria dengan usia lima kali lebih tua darinya. Demikian kabar dari harian terbitan Kuwait, Al Watan, Minggu (8/9).
Gadis kecil bernama Rawan itu meninggal dunia diyakini akibat menderita pendarahan di organ vitalnya. Para aktivis HAM di Yaman mendesak polisi lokal untuk menangkap sang pengantin pria, keluarga Rawan, dan membawa mereka ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Para aktivis berharap jika pemerintah menangani kasus yang terjadi di kota Hardh, Provinsi Hajjah ini, maka bisa menjadi alasan kuat untuk menghentikan praktik pernikahan dini di negeri itu.
Setelah harian Kuwait Al Watan mengabarkan kisah itu, para bloger di negeri kaya minyak itu mengecam keluarga Rawan dan pengantin pria. Seorang bloger dengan identitas Angry Man mengatakan, si pengantin pria sangat layak dihukum seberat-beratnya karena kejahatan yang dilakukannya. “Semua yang mendukung kejahatan ini harus dihukum,” ujar Angry Man.
Bloger lain mengatakan, seharusnya keluarganya menyadari bahwa Rawan masih terlalu muda untuk menikah. “Keluarganya dan pengantin pria seharusnya menunggu beberapa tahun sebelum menikahinya,” kata bloger bernama Sad. “Kondisi ini sangat tidak adil dan semua pernikahan seperti ini harus dihapuskan meski mereka meyakini hal ini sebagai bagian budaya mereka,” tambah Sad.
Sementara itu, bloger dengan nama Bu Omar mengaku sangat terganggu mengetahui kisah tragis Rawan ini. “Keluarga Rawan bukan manusia. Mereka tak pantas memiliki anak,” kata dia.
Sumber:"Prohaba"
PM Turki Erdogan Selamatkan Martabat Bendera Turki di KTT G20, Bagaimana dengan SBY?
Posted by : on :Wednesday, September 11, 2013
Seorang pemimpin negara tentu menghormati bendera nasional karena merupakan identitas penting negaranya. Itulah yang diperlihatkan Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, dalam sesi foto bersama para pemimpin KTT G20 di St. Petersburg, Rusia.
Dalam sebuah video yang terekam Jumat, 6 September 2013 kemarin, Erdogan yang tiba di tempat lokasi foto bersama PM Inggris, David Cameron, mengambil gambar bendera yang berada di bawah kakinya. Padahal bendera-bendera tersebut sengaja diletakkan oleh panitia untuk menandakan posisi para pemimpin itu berdiri.
Dalam sesi foto bersama itu, Erdogan berdiri diapit oleh Kanselir Jerman, Angela Merkel dan PM India, Manmohan Singh. Di depannya terdapat presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono. Aksi pungut bendera itu disadari pertama kali oleh Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, Cameron dan Merkel yang berdiri tidak jauh dari Erdogan.
Sontak ketiganya langsung tertawa melihat aksi Erdogan. Reaksi terkejut terlihat jelas di raut wajah Presiden Argentina, Cristina Fernández de Kirchner.
Dia tidak menyangka ada seorang pemimpin yang rela memungut bendera karena tidak rela identitas itu diinjak. Melihat rekan-rekannya tertawa, Erdogan terlihat santai menanggapi hal itu. Begitu Presiden Rusia, Vladimir Putin, tiba, sesi foto pun dimulai.
Hal yang dilakukan Erdogan tersebut juga pernah dilakukannya ketika pertemuan G20 pada tahun 2009 di Pittsburgh, Amerika Serikat, (25/9/2009). Kala itu Erdogan juga menyelamatkan bendera negaranya ketika sesi foto bersama.
Dalam sebuah video yang terekam Jumat, 6 September 2013 kemarin, Erdogan yang tiba di tempat lokasi foto bersama PM Inggris, David Cameron, mengambil gambar bendera yang berada di bawah kakinya. Padahal bendera-bendera tersebut sengaja diletakkan oleh panitia untuk menandakan posisi para pemimpin itu berdiri.
Dalam sesi foto bersama itu, Erdogan berdiri diapit oleh Kanselir Jerman, Angela Merkel dan PM India, Manmohan Singh. Di depannya terdapat presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono. Aksi pungut bendera itu disadari pertama kali oleh Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, Cameron dan Merkel yang berdiri tidak jauh dari Erdogan.
Sontak ketiganya langsung tertawa melihat aksi Erdogan. Reaksi terkejut terlihat jelas di raut wajah Presiden Argentina, Cristina Fernández de Kirchner.
Dia tidak menyangka ada seorang pemimpin yang rela memungut bendera karena tidak rela identitas itu diinjak. Melihat rekan-rekannya tertawa, Erdogan terlihat santai menanggapi hal itu. Begitu Presiden Rusia, Vladimir Putin, tiba, sesi foto pun dimulai.
Hal yang dilakukan Erdogan tersebut juga pernah dilakukannya ketika pertemuan G20 pada tahun 2009 di Pittsburgh, Amerika Serikat, (25/9/2009). Kala itu Erdogan juga menyelamatkan bendera negaranya ketika sesi foto bersama.
Pemilu di Norwegia : Dibalik Kesederhanaan dan Militansi Kader Partai
Posted by : on :Monday, September 9, 2013
Kegiatan sekolah-sekolah diliburkan untuk pemungutan suara. Sementara para pegawai pemerintahan, karyawan dan pekerja tetap beraktivitas seperti biasa, seolah tidak ada hajatan demokrasi yang biasanya penuh riuh dan gegap gempita seperti di sejumlah negara. Panggung sederhana dipasang di halaman Gedung Parlemen sebagai tempat debat calon dari berbagai partai peserta pemilu.
Penyelenggaraan pemilu di Norwegia memang tampak sederhana. Dalam masa kampanye yang berlangsung sejak Agustus hingga Minggu (8/9/2013) tidak tampak adanya mobilisasi massa secara massif turun ke jalan-jalan sebagai bentuk dukungan kepada partai tertentu.
Di jalan protokol kota Oslo, masing-masing partai peserta pemilu hanya memasang tenda berukuran kecil berdampingan satu sama lain dijaga beberap orang kader partai untuk menyampaikan program-program partainya kepada para simpatisan atau para pejalan kaki dengan memberikan brosur berisi nama-nama kandidat dan program partai, kadangkala mereka memberikan bunga dan permen.
Tetapi, dibalik tenda yang sederahana itu, kader-kader militan partai selalu sigap dan siap menjawab berbagai pertanyaan mulai dari masalah politik, ekonomi, sosial budaya hingga masalah perjuangan ideologis yang dianut partainya.
Bila pengunjung datang menanyakan program satu partai misal nya partai buruh (Arbied Patie)-partai berkuasa di pemerintahan saat ini-kepada salah seorang penjaga tenda kampanye yang sederhana itu, segala jurus jawaban politis dan taktis terlontar dari seorang laki-laki, remaja berusia belasan tahun yang tidak mau disebutkan namanya. ”Ayo Anda mau tanya apa lagi,” tantang pemuda itu.
Menariknya, remaja itu sepertinya sudah matang untuk menjadi seorang politisi. Ia tidak canggung menyampaikan ideologi partai dan agenda-agenda pembangunan yang akan dirancang partainya. Ternyata, setelah ditelisik, ia merupakan salah seorang anggota-aktivis pemuda sayap politik partai buruh yang pernah di serang teroris Anders Behring Breivik 22 Juli 2011 lalu di pulau Oetoya yang menewaskan 69 orang saatSummer Camp – tempat kaderisasi politik pemuda partai buruh.
Di sini, partai politik benar-benar menyiapkan kader-kader militan bukan dalam arti fisik yang siap menghadang lawan-lawan politik yang kerap mengganggunya, tetapi militan dalam arti psikis dan intelektual, sehingga para politisi yang akan bertarung pada setiap pemilihan memang sudah siap dan dipersiapkan secara matang baik mental dan intelektual, bukan calon politisi instan yang didapat seketika melalui publikasi dan iklan di media massa.
Hollande, Seorang mantan politisi senior yang pernah memangku jabatan penting di partai dan parlemen dari partai Buruh berujar ” hidup saya untuk politik”.
”Saya menjadi kader partai sejak berusia 17 tahun dan sekarang sudah pensiun, tetapi saya akan terus berjuang untuk partai yang telah membesarkan saya,” ujar Hollande saat berbincang mengenai program dan strategi kampanye partainya.
”Sekarang saya sudah berusia 70 tahun, namun saya tidak pensiun dari dunia politik walau hanya sekadar menjadi sukarelawan kampanye seperti ini,” ujar Hollande sambil berdiri menjelaskan profil partai buruh.
Di tenda sebelahnya juga demikian. Seorang remaja putri dari partai konservatif (Høyrepatiet)- oposisi pemerintah yang menjadi saingan berat partai buruh dengan lugas menjelaskan ideologi partai dan agenda-agenda pembangunan untuk kemajuan Norwegia.
”Jika anda mau menjadi simpatisan kami, silahkan isi di sini ,” pinta seorang remaja putri keturunan Asia kepada pengunjung sambil menyodorkan selembar kertas.
Mereka adalah kader-kader partai dari sayap pemuda yang memang dipersiapkan sejak dini untuk mengisi suksesi pemerintahan dan parlemen melalui pemilu. Sejatinya, seorang politisi tulen memang dibentuk melalui kaderisasi, bukan secara instan dengan iming-iming kekuasaan.
PM Norway Menyamar Jadi Pemandu Teksi
Posted by : on :Monday, August 12, 2013
UNTUK kempen pilihan raya umum yang bakal berlangsung, Perdana Menteri Norway, Jens Stoltenberg mendedahkan beliau menyamar sebagai pemandu teksi pada satu petang untuk mengetahui isi hati pengundi.
“Ia penting untuk saya untuk mendengar apa yang rakyat perlukan. Jika ada tempat di mana orang ramai berbual apa yang mereka fikirkan (tentang kerajaan), ia adalah di dalam teksi,” katanya dalam klip video yang dimuat naik dalam laman Facebook, Twitter and YouTube. Video berkenaan dipaparkan ketika kemuncak kempen pilihan raya umum pada 9 September ini.
Stoltenberg memakai unifom teksi Oslo termasuk dengan lencana. Beliau mengambil penumpang di dalam teksi Mercedes hitam di ibu negara Norway. Satu kamera tersembunyi dipasang di dalam teksi yang merakamkan reaksi penumpang yang cam akan wajah perdana menteri tersebut.
“Dari sudut ini, dia mirip Perdana Menteri.” Seorang perempuan tua juga mengenali Stoltenberg dan memintanya berbuat sesuatu terhadap ‘gaji ketua’ yang mendakwa mereka tidak sepatutnya menikmati gaji berjuta dengan jawatan itu.
Meskipun tidak mendedahkan siapa dirinya, Stoltenberg pada satu masa mengaku kepada seorang penumpang yang mengetahui siapa dirinya bahawa dia tidak memandu sejak lapan tahun lalu.
Ditanya oleh akhbar tabloid Verdens Gang jika beliau akan menjadi pemandu teksi sekiranya kalah dalam pilihan raya nanti, Stoltenberg berkata:
“Saya fikir negara ini dan penumpang teksi Norway akan menikmati kehidupan lebih baik sekiranya saya terus berkhidmat sebagai Perdana Menteri dan bukannya sebagai pemandu teksi.”
Menurut tabloid itu, semua penumpang yang menaiki teksi Stoltenberg pada hari itu tidak perlu membayar tambang untuk perjalanan mereka. – Wanista
Sumber:"Mynewshub"
Mushalla Dijadikan Tempat Ritual Buddha, Warga Heboh
Posted by : on :
Kota Tinggi - Warga Johor Malaysia dikejutkan dengan penyebaran video amatir yang menampilkan sebuah mushola dijadikan sebagai tempat penganut Buddha melakukan ritual keagamaan mereka.
Video amatir itu diunggah oleh sbtv atau pemilik saluran Youtube sebastianphiu kemarin. Mushala yang ditampilkan dalam rekaman video tersebut dipercaya berlokasi di sebuah mushala Tanjung Sutera Resort, Tanjung Sedili, Kota Tinggi Johor.
Video youtube berjudul 'Surau dijadikan kuil Buddha di Johor', yang berdurasi 85 detik itu, memperlihatkan sekelompok orang, termasuk seorang biksu sedang melakukan ritual mereka di dalam mushala tersebut.
Dalam video itu jelas terlihat sebuah ruang shalat karena ada beberapa tulisan ayat suci Al-Quran di dinding mushola tersebut.
Yang lebih mengejutkan lagi, kelompok keagamaan dari Singapura itu juga menempatkan lambang agama mereka di atas sebuah meja di ruang imam mushala tersebut, tulis laman Berita Harian Malaysia (12/08/2013).
Sementara menurut sumber MyNewsHub, Syed Ahmad Alkaff, Manager Tanjung Sutera, mengatakan kejadian tersebut terjadi kemarin dan anggota rombongan yang terlibat datang dari Singapura. Menurutnya pihaknya sering menerima banyak rombongan dan kunjungan dari organisasi keagamaan di resort mereka.
"Pada awalnya, mereka meminta izin untuk sebuah tempat bagi mereka mengadakan upacara meditasi, karena aula kami ketika itu penuh karena sedang digunakan, kami mengizinkan mereka menggunakan mushola hanya untuk proses meditasi tersebut.
"Namun, kelompok itu membawa peralatan mereka secara diam-diam seperti tempat sembahyang di dalam video itu dan kemudian mengadakan upacara sembahyang sebegitu rupa," katanya kepada Mynewshub.my ketika dihubungi hari ini (12/08/2013).
Menurut Syed Ahmad, pihaknya hanya mengetahui kejadian itu setelah mendapatkan pengaduan dari masyarakat yang melihat kejadian itu sehingga menimbulkan sedikit ketegangan.
Pihak resort, kemudian memerintahkan mereka menghentikan upacara dan semua peralatan sembahyang mereka dikeluarkan, katanya, seperti dikutip dari laman MyNewsHub.
Sementara itu, Kepala Polisi Daerah Kota Tinggi, Supritendan Mohd. Nor Rasid menegaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait sekelompok orang yang diduga penganut agama Buddha yang menggelar ritual keagaaman di dalam sebuah mushala pada petang 10 Agustus lalu.
Mohd Nor Rasid menjelaskan, pihaknya mendatangi lokasi kejadian dan menghentikan kegiatan ritual tersebut setelah mendapatkan laporan pengaduan dari penduduk setempat.
"Pihak kami telah menerima laporan dan kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut”.
Sumber:"MyNewsHub"
Putra Aceh Jadi Imam Terawih di Uzbekistan
Posted by : on :Thursday, July 11, 2013
UZBEKISTAN – Alunan suara merdu putra Aceh bernama Muhammad Darwin Lukman atau orang Samarkhand menulis Açeli Hafız Muhammed Davud Lokman menyapa jutaan permirsa Station TV Samarkand dalam acara Sahur Meclisi (Majlis Sahur) di Samarkand Uzbekistan (10/07/2013).
Darwin Lukman lahir di Gampong Lieue, Darussalam Aceh Besar, 16 Oktober 1986. Darwin yang akrab disapa dengan nama panggilan Daud di Mesir adalah Alumni angkatan pertama Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee sejak dirintis kembali oleh cucunya, H. Waisul Qarany Ali. Darwin sekarang sedang menyelasaikan kuliah S1 di Jurusan Syariah Islamiyah Al- Azhar University, Kairo Mesir.
Salah satu Alumni terbaik Darul Ihsan tersebut mendapat undangan menjadi Imam Terawih di Uzbekistan selama bulan Ramadhan. Alhamdulillah juga diundang untuk tampil di Station TV Canli.
Tanyangan tersebut oleh pihak Semerkand TvFan juga mengupload/mengunduh di You Tube dengan kata kunci: “Ya Seyyidul Ahlak – (Açeli) Hafız Muhammed Davud Lokman,
La İlahe İlallah dan Açeli Hafız Muhammed Davud Lokman.” Penampilan pertama bersama pemuda Samarkand Darwin membawakan Qasidah dalam bahasa Arab dengan judul “Ya Seyyidul Ahlak”.
Penampilan kedua Darwin menjadi Qari’ yang membaca al-Qur’an surah Al- Baqarah ayat 183 – 185 dan penampilan ketiga tampil tunggal dengan “Qasidah La İlahe İlallah”. H. Musannif SE sebagai ketua Yayasan Darul Ihsan memberikan apresiasi kepada Darwin Lukman yang sudah berhasil menjadi orang kepercayaan muslim Samarkand Uzbekistan.
H Musannif menambahkan, bukan hal mudah bisa tampil di depan publik yang mayoritas berbahasa Arab namun kita bersyukur Darwin sudah berhasil menarik simpati orang Arab sehingga bisa tampil sukses di TV Canli.
Beliau juga berharap akan ada lagi sejumlah alumni yang mengikuti jejak saudara Darwin dan akhir pembicaraannya di Dayah Darul Ihsan berpesan kepada Darwin agar jangan cepat puas dengan apa yang telah diraih.
Sumber:"DiliputNews.com"
Darwin Lukman lahir di Gampong Lieue, Darussalam Aceh Besar, 16 Oktober 1986. Darwin yang akrab disapa dengan nama panggilan Daud di Mesir adalah Alumni angkatan pertama Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee sejak dirintis kembali oleh cucunya, H. Waisul Qarany Ali. Darwin sekarang sedang menyelasaikan kuliah S1 di Jurusan Syariah Islamiyah Al- Azhar University, Kairo Mesir.
Salah satu Alumni terbaik Darul Ihsan tersebut mendapat undangan menjadi Imam Terawih di Uzbekistan selama bulan Ramadhan. Alhamdulillah juga diundang untuk tampil di Station TV Canli.
Tanyangan tersebut oleh pihak Semerkand TvFan juga mengupload/mengunduh di You Tube dengan kata kunci: “Ya Seyyidul Ahlak – (Açeli) Hafız Muhammed Davud Lokman,
La İlahe İlallah dan Açeli Hafız Muhammed Davud Lokman.” Penampilan pertama bersama pemuda Samarkand Darwin membawakan Qasidah dalam bahasa Arab dengan judul “Ya Seyyidul Ahlak”.
Penampilan kedua Darwin menjadi Qari’ yang membaca al-Qur’an surah Al- Baqarah ayat 183 – 185 dan penampilan ketiga tampil tunggal dengan “Qasidah La İlahe İlallah”. H. Musannif SE sebagai ketua Yayasan Darul Ihsan memberikan apresiasi kepada Darwin Lukman yang sudah berhasil menjadi orang kepercayaan muslim Samarkand Uzbekistan.
H Musannif menambahkan, bukan hal mudah bisa tampil di depan publik yang mayoritas berbahasa Arab namun kita bersyukur Darwin sudah berhasil menarik simpati orang Arab sehingga bisa tampil sukses di TV Canli.
Beliau juga berharap akan ada lagi sejumlah alumni yang mengikuti jejak saudara Darwin dan akhir pembicaraannya di Dayah Darul Ihsan berpesan kepada Darwin agar jangan cepat puas dengan apa yang telah diraih.
Sumber:"DiliputNews.com"





.jpg)


